Laman

Jumat, 29 Juni 2012

Belajar dari Elang atau Kalkun?

Mark Victor Hansen adalah orang yang menciptakan buku Chicken Soup.
Waktu penghasilannya baru mencapai $ 1 juta, ia bertemu dgn Anthony Robbins dan bertanya padanya, “Penghasilan Anda demikian besar, bagaimana saya bίsα mencapainya juga?"

Anthony balik bertanya, “Siapakah kelompok pergaulan yang jadi pemikir utama Anda?”

Mark menjawab, “Kelompok jutawan”.

Anthony Robbins berkata, “Itulah kekeliruan Anda. Anda harus bergaul dgn kelompok miliarder, pasti mereka akan membuat Anda berpikir pada tingkatan mereka.”

Kini penghasilan Hansen sudah hampir mencapai angka $ 1 milyar.

Seorang teman atau komunitas tertentu bίsα mempengaruhi kitα dari segi baik atau buruk. Hal ini diteguhkan juga oleh penelitian yang dilakukan Dr. David dari Universitas Harvard, yang menyimpulkan bahwa setelah 25 tahun hidup maka teman2 Anda akan memiliki pengaruh terhadap hidup ătαŭ kesuksesan Anda.

Pada dasarnya manusia memang senang beradaptasi ătαŭ mengikuti pola hidup lingkungannya. Bila ќitα bekerja diantara orang2 yang rajin, berdisiplin tinggi, selalu menjaga mutu , kualitas dan jujur, maka cepat atau lambat kita akan meniru gaya hidup mereka. 


Namun sebaliknya, bila kitα bekerja di lingkungan yang orang2 nya cenderung malas, telat, tidak disiplin, suka membolos, curang, mk pelan †αρ¡ pasti ќitα akan melakukan hal yang sama.

Karena itu , bila kitα ingin berhasil, tempatkanlah diri kitα pada jalur yang benar. Tetapkanlah diri ќitα untuk selalu bergaul dgn pribadi2 yang tepat yang dapat memberi pengaruh positif, pribadi2 yang bisa dipercaya , pribadi2 yang bermutu dan masa depan yang cemerlang pun tersedia bagi kitα dan tidak selalu anda harus bergaul dgn orang2 kaya saja.

Seorang bijak berkata, tunjukkanlah kepadaku para sahabat-sahabatmu dan aku akan bisa menunjukkan masa depanmu.

Ini juga berlaku tidak saja pada pekerjaan tetapi juga semua hal. Carilah pergaulan yang baik, punya prinsip dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk.

ANDA TIDAK MUNGKIN BISA TERBANG SEPERTI ELANG, KALAU ANDA HIDUP DI KUMPULAN KALKUN, KARENA ANDA AKAN BERPIKIR DAN BERTINDAK SEPERTI KALKUN.


Rabu, 27 Juni 2012

10 Nasehat Dari Negeri Tirai Bambu

1. Mei bing ye yao ding qi ti yan (Walau tidak sakit harus cek kondisi secara teratur)

2. Bu ke ye dei duo he wen shui (Walau tidak haus harus banyak minum air)

3. Yu shi nan jie ye dei xiang tong (Walau ketemu masalah sulit tetap harus dipecahkan)

4. Mei you xi shi ye yao kuai le (Walau tidak ada hal menyenangkan harus tetap bahagia)

5. You li ye yao rang ren san fen (Walau kita berada di pihak yang benar, terkadang tetap kita perlu mengalah)

6. You quan ye yao di diao zuo ren (Walau memiliki kekuasaan tetap harus berkepribadian luhur)

7. Bu jue pi lao ye dei xiu xi (Walau tidak merasa lelah harus tetap beristirahat)

8. Sheng huo fu yu ye yao zhi zu (Walau sudah kaya harus tetap dapat membatasi diri)

9. Zai mang ye yao zhong shi duan lian (Walau sibuk sekali harus tetap mementingkan olahraga)

10. Mei shi ye yao hu xiang guan ai (Walau apapun yang terjadi harus tetap saling menyayangi)

Selasa, 26 Juni 2012

Serba Salah

Alkisah ada seorang ayah dan anak, dimana ayahnya mengatakan kepada anaknya bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini belum tentu benar dan Sang Ayah mengatakan akan membuktikannya.

Pada keesokan harinya diambillah seekor keledai dan Sang Ayah menyuruh anaknya naik ke keledai itu, sementara Sang Ayah menariknya.
Saat melewati pasar, orang-orang di pasar itu mengatakan:
"Anak yang tak tahu diri, orang tua sudah setua itu menarik keledai dan dia enak-enakan duduk di atas keledai."

Sesampai di rumah, Sang Ayah mengatakan kepada anaknya, "Sudah dengarkan apa yang dikatakan orang, besok kita coba lagi, tapi kamu yang menarik keledainya, ayah yang menaiki keledainya."
 Keesokan harinya seperti yang sudah direncanakan, orang-orang pasar pun mengatakan:
"Memang orang tua tak tahu diri, anak sekecil itu disuruh menarik keledai, sedang dia duduk enak di atas keledai."

Sesampai di rumah, Sang Ayah mengatakan kepada anaknya, "Sudah dengarkan apa yang dikatakan orang, besok kita coba lagi, kali ini kita berdua akan menaiki keledai ini bersama-sama."
 Esoknya saat melewati pasar, orang-orang di pasar mengatakan:
"Memang sepasang ayah dan anak yang tidak tahu diri, makhluk selemah keledai dinaiki bersama-sama."

Sesampai di rumah, Sang Ayah mengatakan kepada anaknya, "Sudah dengarkan apa yang dikatakan orang, besok kita coba lagi, tapi kali ini keledai ini akan kita pikul bersama-sama."
Pada saat melewati pasar, orang-orang di pasar pun mengatakan:
"Memang dua orang yang bodoh, bukan dinaiki dan digunakan sebagai alat transportasi malahan dipikul."
Sesampai di rumah, Sang Ayah mengatakan kepada anaknya, "Sudah dengarkan apa yang dikatakan orang...., intinya apapun yang kita lakukan, walaupun itu benar belum tentu di mata orang itu benar. Maka jangan pernah putus asa dalam menjalani hidup... Tetap semangat!! Never give up!!"

Selasa, 19 Juni 2012

Semua Tampak Begitu Jelas

Pada sebuah acara, seorang Guru Bijak yang menjadi pembicara ditanya:

"Siapa yang bijaksana?"

"Dia yang selalu menemukan sesuatu untuk belajar dari orang lain," jawab Sang Guru.

"Siapa yang kuat?"

"Orang yang mampu mengalahkan dirinya sendiri," jawab Sang Guru lagi.

"Siapa yang kaya?"

"Ia yang paham segala yang ia miliki, yaitu hari-hari dan waktu hidupnya dan yang dapat mengubah segala sesuatu di sekitar dirinya ," ujar Sang Guru.

"Siapa yang pantas dihormati?"

"Dia yang menghormati dirinya sendiri dan sesamanya."

"Bukankah hal-hal tadi semuanya telah begitu jelas," komentar salah satu yang hadir.  


Sang Guru tersenyum dan berkata:

"Itulah sebabnya mengapa mereka begitu sulit untuk mengamati."

Bagaimana Melakukan yang Saya Inginkan

Segera setelah meninggal, Rinto menemukan dirinya di tempat yang sangat indah dikelilingi oleh semua kenyamanan dan keindahan yang pernah ia impikan. Seseorang berpakaian putih datang kepadanya.

"Anda berhak memperoleh apapun yang Anda inginkan: makanan, kesenangan, hiburan," katanya.

Rinto sangat takjub ia dapat melakukan segala yang ia impikan selama hidupnya.  


..................................
Setelah bertahun-tahun yang penuh dengan kesenangan, Rinto pun mencari orang yang berpakaian putih.

"Saya sudah mencoba semua yang saya impikan selama ini. Sekarang saya butuh pekerjaan sehingga saya bisa merasa berguna."

"Saya sangat menyesal," kata orang berpakaian putih. "Tapi itu adalah satu-satunya yang saya tidak bisa lakukan untuk Anda, tidak ada pekerjaan di sini."

"Sungguh mengerikan!" pekik Rinto. "Aku akan menghabiskan kekekalan dengan mati kebosanan. Aku lebih memilih seribu kali berada di neraka!!"

Makhluk putih itu pun datang kepadanya dan berkata dengan suara rendah:

"Dan di mana Anda pikir sekarang Anda berada?"


Senin, 18 Juni 2012

Rasa Takut yang Sesungguhnya

Sultan memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui laut dengan beberapa pejabat istana favoritnya. Mereka bergabung dengan kapal di Dubai dan berlayar ke laut terbuka.

Namun segera setelah kapal menjauh dari tanah, ada seorang pria yang belum pernah melihat laut sebelumnya karena menghabiskan sebagian besar hidupnya di pegunungan, mulai merasa panik.Ia menangis, berteriak, dan menolak untuk makan ataupun tidur.  


Semua orang mencoba untuk menenangkannya, mengatakan bahwa perjalanan itu sama sekali tidak berbahaya. Namun meski ia mendengarnya, kata - kata mereka sama sekali tidak mempengaruhi hatinya. Sultan tidak tahu harus berbuat apa, dan perjalanan kapal di atas laut tenang dan di bawah langit biru, menjadi siksaan bagi para penumpang lainnya. 

Dua hari berlalu tanpa ada yang bisa tidur karena tangisan pria itu. Sultan hendak memesan kapal untuk kembali ke pelabuhan, ketika salah satu menterinya, yang terkenal karena kebijaksanaannya, datang: 

"Yang Mulia, dengan izin Anda, saya akan bisa menenangkannya." 

Tanpa ragu-ragu, Sultan mengatakan bahwa tidak hanya akan memberinya ijin tetapi juga akan memberinya hadiah jika sanggup menenangkan pria itu. 

Menteri pun meminta agar pria itu dilempar ke laut. Segera para awak kapal yang berharap mimpi buruk mereka segera berakhir, bersama - sama menggiring pria itu dari palka, dan melemparkan dia ke laut. 

Pria itu meronta-ronta, ia tenggelam dan banyak menelan air laut. Ia tampak berjuang kembali ke permukaan. Ia menjerit lebih keras dari sebelumnya lalu tenggelam lagi, dan berhasil muncul ke permukaan sekali lagi. Saat itu, menteri memerintahkan agar dia ditolong dan diseret kembali ke atas kapal. 

Sejak saat itu, tidak ada yang mendengar keluhan dari pria itu yang menghabiskan sisa perjalanan dalam keheningan. Pria itu bahkan berkomentar kepada salah seorang penumpang bahwa ia belum pernah melihat sesuatu yang begitu indah seperti langit dan laut menyentuh cakrawala. Perjalanan yang sebelumnya telah menjadi siksaan untuk semua penumpang kapal, kini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan damai. 

Beberapa waktu sebelum mereka kembali ke pelabuhan, Sultan pergi menemui menteri: 
 "Bagaimana kau tahu bahwa dengan melemparkan bahwa orang itu ke laut, ia akan tenang?"
 

"Karena pria yang belum pernah mencicipi air garam dan belum pernah tahu penderitaan tenggelam. Ia tidak akan dapat mensyukuri dan mengerti betul betapa mengagumkan bisa merasakan papan kapal di bawah kakinya," Jawab Menteri dengan bijak.

Jumat, 15 Juni 2012

Rakus

Rudi dan Andi sedang berjalan - jalan. Mereka melewati sebuah pohon alpukat sarat dengan buahnya yang ranum. Sudah tentu menggugah selera semua orang yang melewatinya. 

Rudi makan hingga 4 buah dan berhenti karena ia merasa kenyang. Andi juga makan 3 buah dan sudah merasa kenyang, namun ia memaksakan dirinya untuk makan 2 buah lagi hingga ia merasa dapat makan lebih banyak daripada Rudi. Lagipula sayang pikir Andi, belum tentu ia menjumpai buah alpukat yang ranum saat ia lewat ke mari lagi.


Rudi pun dapat melanjutkan perjalanannya sedangkan Andi justru tertahan akibat sakit perut.
 
Jika seseorang ingin memuaskan dirinya hingga di luar kebutuhannya, ia akan makan alpukat lebih dari yang ia perlukan. Ia akan menjadi sakit karena gangguan pencernaan.

Jalan itu harus terbuka untuk semua, tetapi segala sesuatu ada batasnya yang berbeda untuk masing-masing individu.

Kamis, 14 Juni 2012

Menutupi Matahari Dengan Satu Tangan

Seorang murid pergi mengunjungi gurunya.

"Saya tidak akan melanjutkan studi saya," katanya. "Saya tinggal di sebuah rumah kecil dengan banyak saudara dan orang tua. Saya tidak pernah memiliki kondisi ideal untuk berkonsentrasi pada apa yang penting termasuk studi saya."

Sang Guru  menunjuk matahari dan meminta muridnya untuk menempatkan satu tangan di atas wajahnya, untuk menyembunyikan matahari itu. Murid pun menurut.

"Lihatlah! Tanganmu kecil, belum sepenuhnya dapat menutupi kekuatan, cahaya, dan keagungan matahari yang besar. Sayang sekali dengan cara yang sama pula, masalah kecil malah telah berhasil menjadi alasan bagimu dan menghambat kemajuan di sepanjang perjalanan hidupmu."

Rabu, 13 Juni 2012

Mengutuk Orang Lain

Seorang beriman sedang berada di teras biara dan berdoa. Ketika ia melihat salah satu temannya melakukan dosa, ia pun marah. Ia menghentikan doanya dan mengutuk temannya itu.

Malam itu saat kembali menuju ke kamarnya, ia dicegah oleh seorang malaikat yang berkata kepadanya: "Anda mengutuk teman Anda. Sadarkah Anda hukuman apa yang akan ditimbulkan oleh kutuk Anda. Apakah penderitaan neraka? Beberapa penyakit yang mengerikan dalam hidup ini? Beberapa siksaan di keluarganya?"

Orang beriman itu pun berlutut dan meminta pengampunan: "Saya melemparkan kata-kata di udara, dan malaikat mendengarnya. Saya berdosa karena tidak bertanggung jawab atas apa yang saya katakan. Lupakan kemarahan saya, Tuhan, dan buatlah saya lebih bijak dan tidak menghakimi orang lain.

Selasa, 12 Juni 2012

Anak - anak dan Doa

Seorang yg beragama, setelah memulai kehidupan berkeluarga, tidak lagi punya waktu tenang untuk doanya. Suatu malam, ketika ia berlutut, ia merasa terganggu oleh anak-anak di ruang tamu.

"Apakah anak-anak bisa diam?!?!" teriaknya.

Istrinya terkejut lalu menyuruh anak-anak diam. Setelah itu setiap kali ia pulang ke rumah, istri dan anak-anaknya semua diam selama ia berdoa. Namun ia kemudian menyadari bahwa Tuhan tidak lagi mendengarkan doa-doanya.

Suatu malam ketika berdoa, ia bertanya kepada Tuhan: "Apa yang terjadi? Saya memiliki ketenangan yang diperlukan namun saya tidak bisa berdoa."

Seorang malaikat menjawab: "Dia mendengar kata-kata, tetapi tidak lagi mendengar tawa. Dia melihat kesetiaan, tetapi tidak lagi melihat keceriaan."

Lalu orang itu pun berdiri dan berteriak sekali lagi kepada istrinya: "Biarkan anak-anak bermain! Mereka adalah bagian dari doa!"

Dan doanya pun didengar oleh Tuhan.