Laman

Selasa, 10 Juli 2012

Terlalu Malu untuk Menari

Ketika aku masih seorang remaja, aku sangat takut jika harus menari, sebenarnya karena aku takut terlihat konyol, dan karena itu aku tidak akan mengambil risiko satu langkah tarian pun.

Sampai suatu hari seorang gadis memanggilku di depan semua orang: "Ayo!"

Aku bilang aku tidak suka menari, tapi ia bersikeras.

Setiap orang dalam kelompok yang melihat, dan karena saya sedang jatuh cinta (cinta yang mampu melakukan begitu banyak hal), aku tidak bisa menolak lebih jauh lagi.

Aku tidak tahu bagaimana mengikuti langkah-langkah, tetapi Marcia tidak berhenti, dia terus menari seolah-olah saya adalah seorang penari hebat.

"Lupakan yang lain dan perhatikan iramanya," bisiknya di telingaku. "Cobalah untuk mengikuti irama."

Pada saat itu saya mengerti bahwa kita tidak selalu harus belajar dulu baru bisa, karena ada hal - hal yang telah menjadi bagian dari sifat kita.

Ketika kita menjadi dewasa, dan ketika kita menjadi tua, kita perlu terus menari. Musik adalah bagian dari kehidupan dan menari adalah konsekuensi dari membiarkan irama itu datang dalam kehidupan kita.

Sampai sekarang aku masih menari setiap kali aku bisa.

Seperti seseorang pernah mengatakan, "Balerina klasik selalu jinjit karena pada saat yang sama mereka menyentuh bumi dan mencapai langit."


 - Paulo Coelho -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar